“Dari sisi akademik, kita bisa saling berkolaborasi untuk mengembangkan program studi kenotariatan USK”, kata Adli. Namun, sambung Adli, fokus kita dalam waktu dekat ini adalah melibatkan Universitas Syiah Kuala ke dalam pemetaan wilayah adat di Indonesia. Program pemetaan wilayah ini adalah program nasional di tahun 2021. Selama ini, program tersebut sudah dilakukan oleh Universitas Andalas, Universitas Cendrawasih, dan Universitas Gadjah Mada, namun ke depan akan melibatkan Universitas Syiah Kuala untuk pemetaan di sejumlah wilayah yang belum dipetakan.
Wakil Rektor Bidang Kerja sama USK, Prof. Dr. Hizir yang turut hadir dalam kegiatan ini mengatakan, USK sangat senang bisa menjalin kerja sama dengan Kementerian ATR/BPN RI.
“USK sangat siap untuk terlibat dalam program nasional di Kementerian ATR, terutama di bidang pemetaan wilayah. Apalagi, USK memiliki beberapa pakar yang handal di bidang ini”, kata Hizir.